Epilog

1413 Kata

"Hai .... Masihkah luka itu ada di sana? Yang kutinggalkan saat kita masih bersama." Alunan nada dari petikan gitar yang tengah Mars mainkan seirama dengan lagu yang sedang dia nyanyikan. Sorot mata Mars memandang jernihnya telaga bening Tania. Dia bersenandung dengan melodi akustik ... teruntuk istrinya. Tania Maira Daneswara. Tanpa terasa, kisah ini sudah tiba di penghujung. "Kini waktu terasa berbeda .... Tanpa hadirmu ...." Di atas panggung pertunjukkan, Mars menyimpulkan kisahnya dengan Tania pada sebuah lagu berjudul "Bunga Maaf". Tiap bait yang dia senandungkan, ada segenap rasa dan bayangan dari seluruh kilasan awal kisah ini dicipta. Kisah mereka. "Keras hati yang dulu bicara .... Berujung pilu ...." Menikahi Tania, Mars pernah dengan niatan balas dendam kepada Zinia

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN