21

2417 Kata

BAB 21 Hari itu, semua menghadiri prosesi pemakaman Nata. Termasuk dewan guru SMA Cakrawala. Kecuali Damar. Sebab, saat ini dia sedang dirawat di rumah sakit, dan keadaannya kritis. Luka tusukkan di pinggangnya cukup dalam. Ketika semua masih terhanyut dalam suasana berkabung, tiba-tiba keheningan membuat Gilang teringat semua kenangannya bersama Nata sejak kelas 1 SMP. Ingatan itu muncul di kepalanya tidak beraturan. Loncat sini, loncat sana. Waktu SMP, keluarga Gilang sedang dalam keterpurukan. Papanya bangkrut. Lima bulan nunggak SPP. Agar Gilang tidak dikeluarkan dari sekolah, Nata rela memberikan uang jajan bulanannya pada Gilang. “Nih, lo pake uang jajan bulanan gue dulu aja.” Nata menyodorkan lima lembar seratusan. “Nggak usah, Nat. Nanti gue pindah ke sekolah yang bayarannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN