BAB 10 “Dek, ada yang cariin lo, tuh!” teriak Kevin. “Siapa, Bang?” sahut Kanayna dari dalam kamarnya. “Damar, katanya nama dia Damar,” sahut Kevin, suaranya terdengar lebih dekat. Saat Kanayna membuka pintu kamar, benar saja dia sudah berdiri di ambang pintu kamar Kanayna, dengan menaikkan ujung bibir kanannya. “Ngapain lo senyam-senyum?” Gadis itu bertanya galak. Dua pupil matanya menyorot tidak santai. “Punya pacar nih, yee,” ledek Kevin sambil mengerlingkan mata. Kevin dari dulu memang ditakdirkan untuk menguji kesabaran Kanayna mungkin. “Apa sih lo, Bang! Nggak jelas banget,” gerutu Kanayna memutar bola matanya. “di mana dia sekarang?” “Ruang tamu,” Kanayna langsung bergegas menuruni anak tangga, membawa tumpukkan buku pelajaran. Dari jarak beberapa meter, Kanayna sudah bis

