Sudah genap seminggu dan Walter masih saja tidak menunjukkan batang hidungnya. Bahkan jendela kamar lelaki itu juga tetap tertutup rapat, seolah menolak siapa saja mengetahui aktivitasnya. Aku sendiri bahkan sudah memiliki hobi baru yaitu selain menjadi stalker di media sosial, juga sebagai pengganti Divtia dalam hal mengintip aktivitas Fred bersaudara, hanya demi mencari tahu keberadaan Walter. Namun, seperti kukatakan sebelumnya, lelaki itu menghilang bagai deterjen tersiram air. "Aku tidak menyangka kau akan bertingkah seperti Juliet, merindukan Romeo." Suara itu membuatku menoleh ke balik punggung, demi melempar bantal yang sedari tadi berada dalam pelukanku. "Ew, Kirana, Aku bahkan sudah terlalu cantik untuk menerima bantal bau ilermu itu!" Divtia menjerit, sambil menangkis bantal y

