Masalah terus berdatangan tiada henti. Namun, di balik itu juga manusia sok jagoan biasanya akan hadir untuk menuntaskan masalah. Sayangnya, kenyataan tidak semudah serial superhero kebanyakan sebab di saat situasiku benar-benar terdesak, aku justru tak menemukan siapa pun. "Shut up or I'll kill you." Kalimat itu seakan telah membunuhku, seiring dengan embusan napasnya di tengkukku. Ia menyeretku ke celah kecil antara dua geding. Dan parahnya, aku mengetahui siapa pemilik suara serta cengkraman dari tangan besar tersebut. "Kau datang lebih awal rupanya?" Ia--Harry--mendorong hingga punggungku membentur tembok. "Kurasa aku telah menemukan bakat barumu," katanya lagi dengan nada berbisik tepat di telingaku. "K-kau ...." "Sstt ... setidaknya aku menyelamatkanmu dari kejaran mereka." Har

