Baru saja Faz memejamkan mata ketika mendengar ponselnya berdering. Ia tidak perlu melihat layar ponsel untuk tahu siapa yang menelpon karena sudah pasti itu Irva. Hanya cowok itu yang tahu nomornya. "Ya, Irva?" Faz menatap wajah Irva yang balas menatapnya sambil tersenyum lebar melalui video call. "Kangen aja. Nggak boleh?" Faz mengikik geli mendengar gombalan Irva. "Belum ada satu jam kamu pulang dari sini. Tadi juga kita sudah jalan-jalan sambil cari ponsel." Cowok itu menyengir lebar. "Entahlah. Tidak ketemu satu menit aja rasanya kayak sudah setahun." Faz tertawa lebar sambil berkata bahwa dirinya tidak percaya pada gombalan cowok itu, jadi ia pun meminta agar Irva tidur saja supaya omongannya tidak melantur ke mana-mana. "Hani," panggil Irva dengan nada s*****l. "Love you."

