Faz menolak ketika Irva berniat menyimpan tas gadis itu bersama dengan barang-barangnya di lokernya. Ia beralasan jika di dalam tasnya ada mukenah yang nanti akan ia pakai untuk sholat Dzuhur, jadi daripada harus repot mencari Irva untuk membukakan kunci loker untuknya, lebih baik ia membawa tasnya sendiri. "Kau bawa aja kuncinya, tasmu kayaknya berat itu." "Enggak, kok." Faz tetap menahan tasnya. "Ya sudah, terserah." Irva tidak memaksa lagi. Ia menunjuk sebuah kursi di belakang panggung dan meminta Faz untuk di sana, sementara dirinya bersama panitia lain bersiap-siap. "Tunggu di sini ya?" Irva tersenyum sambil menyerahkan kotak berisi kue jatah konsumsinya pada Faz, sebelum berlari menghampiri teman-temannya yang sudah mulai briefing sebelum acara dimulai. Faz mengamati setiap gera

