Permintaan

1490 Kata

"Irva, minum dulu, yuk." Faz sudah bisa memperkirakan reaksi Irva. Cowok itu tidak menggubris ucapannya dan justru memalingkan wajah ke arah lain, menolak untuk menatapnya. Namun, meski begitu, Faz tetap berusaha untuk sabar dan maklum karena memang kondisi Irva sedang tidak baik dan emosinya menjadi begitu labil. "Mau aku kupasin apel, nggak?" Faz menyentuh lengan Irva dengan lembut dan seketika terkejut ketika cowok itu justru menyentak tangannya dengan keras. "Irva?" "Aaaa!" Irva menunjuk wajah Faz kemudian menggerakkan tangannya ke arah pintu untuk meminta gadis itu pergi. Ekspresinya sengit dan penuh kebencian, meski sebetulnya hatinya menangis perih. "Aaaaa!" Kepalanya menggeleng beberapa kali ketika melihat Faz mematung di tempat dengan mata berkaca-kaca hampir menangis. Tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN