Menundukkan pandangan, Elard menatap penujuk waktu yang melingkari pergelangan tangan kirinya. DUG! Karena fokusnya terbagi, Elard sampai tak sadar ada seseorang yang juga hendak masuk ke dalam restorannya hingga bahu keduanya bertabrakan. Mengerjap, Elard yang nyaris mengucapkan maaf, sontak berdecak, melihat siapa yang tadi bersenggolan dengannya saat akan melewati pintu masuk. "Lo ngapain di sini? Restoran gue mau tutup." Berdeham, Gavin mengelus belakang lehernya. "Gue ... Bukan mau makan kok." "Lah, terus ke sini ngapain? Dangdutan?" "Ck! Bukanlah!" "Ya terus?" "G—gue ... Mau jemput Anin." "Oh," menggaruk hidung, Elard mengangguk-anggukkan kepalanya. "Udah nggak tremor lagi lo, pas ketemu dia?" "Gue nggak segitunya! Cuma, ya ... Gugup aja. Tapi, nggak mungkin terus menghinda
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


