Extra Part

2266 Kata

Menundukkan pandangan, Elard menatap penujuk waktu yang melingkari pergelangan tangan kirinya. DUG! Karena fokusnya terbagi, Elard sampai tak sadar ada seseorang yang juga hendak masuk ke dalam restorannya hingga bahu keduanya bertabrakan. Mengerjap, Elard yang nyaris mengucapkan maaf, sontak berdecak, melihat siapa yang tadi bersenggolan dengannya saat akan melewati pintu masuk. "Lo ngapain di sini? Restoran gue mau tutup." Berdeham, Gavin mengelus belakang lehernya. "Gue ... Bukan mau makan kok." "Lah, terus ke sini ngapain? Dangdutan?" "Ck! Bukanlah!" "Ya terus?" "G—gue ... Mau jemput Anin." "Oh," menggaruk hidung, Elard mengangguk-anggukkan kepalanya. "Udah nggak tremor lagi lo, pas ketemu dia?" "Gue nggak segitunya! Cuma, ya ... Gugup aja. Tapi, nggak mungkin terus menghinda

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN