49. Kenangan Menyakitkan

1531 Kata

Gavin nyaris menjejak anak tangga pertama, menuju lantai atas di mana letak kamarnya berada. Saat suara sang Mama tertangkap pendengaran dan menghentikan pergerakannya. "Kamu sudah pulang?" Iva yang baru saja selesai dari dapur, mengayunkan langkah mendekati putranya yang menganggukkan kepala. Mencium punggung tangan sang mama, Gavin mengerutkan kening, mendapati sebuah hal ganjil yang ada di kening sang mama. Seingatnya, tadi pagi, itu tidak ada. "Mama kenapa?" Tanya Gavin sembari menunjuk kening Iva yang ditutupi kain kasa steril dan plester yang menempel di sana. "O—oh, ini," meraba kain kasa steril yang menutupi lukanya. Iva tertawa hambar, hanya sekadar mengalihkan rasa penasaran dan khawatir yang diperlihatkan Gavin saat ini. "Bukan apa-apa. Mama ceroboh, pas lagi cari-cari baran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN