Dengan satu tangan yang tersembunyi di saku celana, sementara tangan yang satunya memegangi ransel hitam miliknya. Elard berjalan santai di koridor kelas. "Bos!" Memelankan langkah, Elard menoleh. Dan mendapati ketiga temannya yang tengah tergesa-gesa menuju kearahnya, berusaha untuk mensejajarkan langkah. "Astaga, kemana aja sih lo?" Plak! Tubuh Elard berjengit, sembari menahan desisan agar tak tercuri keluar dari bibirnya dengan menggigit bagian bawah bibir. Ia berusaha untuk menarik napas dan mengembuskannya secara perlahan. Tak ingin lolongan kesakitan meluncur dari mulutnya, saat Panca yang berhasil mensejajarkan langkah, tiba-tiba menepuk cukup keras punggungnya yang terluka. Pergerakan yang tak akan memberi efek apa pun, jika saja situasinya tidak seperti sekarang. Dava dan Di

