"Lo kenapa sih gak balik aja ke rumah? Lagian kakak lo kan udah pulang juga." Brian hanya memainkan ponsel di tangannya. Ia masih ragu antara pulang atau tidak. Sejak Zain menghubunginya, Brian masih belum memutuskan. Sementara Roni, pria itu malah terus memaksa Brian untuk pulang. Bukan apa-apa, hanya saja ia tidak ingin Brian terus begitu. Ia harus menerima kenyataan pahit ini walaupun dengan keterpaksaan. "Udah deh, sebaiknya lo pulang aja sono. Udah malem juga, palingan mereka udah pada tidur. Jangan lebay deh, lo itu cowok. Seharusnya lo harus lebih kuat, Bri. Lupakan masa lalu dan buka lembaran baru. Gue yakin lo pasti bisa." *** Berkali-kali Zain menelpon Brian, namun kali ini tidak diangkatnya sama sekali. Kemana anak itu? Perasaan tadi siang dia menjawabnya. "Kenapa Kak

