"Meeting malam ini sudah cukup." "Baik Pak." Beberapa karyawan di ruangan itu bersiap untuk pulang. Malam ini malah yang sangat melelahkan untuk Brian. Selama setahun penuh, pria itu selalu sibuk dengan urusan kantornya. Ia seakan menutup hati untuk urusan pribadi apalagi mengenai seorang wanita. Sikap pria itu semakin dingin saja, terkecuali terhadap karyawannya sendiri. Ya ... sejak ia tahu cintanya hilang, ia seakan tak mau merasakannya lagi. Yang ia lakukan setiap hari hanya bekerja dan bekerja. Dengan cara itulah ia bisa melupakan semuanya. "Hani," sahut pria itu. Seorang gadis yang menjabat sebagai sekretarisnya itu menoleh. Tadinya ia sempat keluar dari ruangan. Namun, saat Brian memanggilnya, gadis itu pun mengurungkan langkahnya. "Iya Pak, apa ada yang bisa saya bantu

