Nampak seorang wanita itu berbaring sambil terus melihat jarinya yang terpasang cincin cantik di sana. Awalnya ia tak menyangka sebab ini terasa seperti mimpi baginya. "Hani, maaf kalau ini terlalu cepat, tapi aku ingin tenang saat menjalani pekerjaanku di sana nantinya. Jujur, aku ... menyukaimu!!" Sejenak Hani tak bisa bergerak di sana. Wajahnya terlihat begitu kaget saat seorang pria di depannya menyatakan perasaan terhadapnya. Tidak. Mungkin ini hanya khayalan Hani semata. Hani tidak menjawab melainkan sudah memukul wajahnya sendiri beberapa kali. "Hei, apa yang kamu lakukan?" tanya pria tersebut tak mengerti. "Aku ... a-aku ... eng-enggak, ini pasti mimpi, aku musti bangun dari mimpi aku!!" Hani kembali memukul wajahnya. "Aww ..." Pria itu terkekeh, "Apa kamu yakin ini mi

