Alisya baru saja membuka matanya dan menyadari seseorang yang masih memeluknya. Zain masih terlelap dengan tangan yang ia lingkarkan di bagian perut sang istri. Deru napas Zain terasa begitu hangat tepat di dekat wajah Alisya. Secara tiba-tiba debar jantung itu terasa begitu cepat. Perasaan apa ini? Sedikit Zain merengkuh merubah posisinya. Merasakan tubuh kaku itu membuat Zain membuka mata perlahan. "Pagi sayang, kamu udah bangun?" tanya Zain dengan suara serak karena habis bangun tidur. Alisya tersenyum. "Udah," jawab Alisya masih tak bisa bergerak. "Kenapa sayang? Kamu kok kayak takut gitu?" "Eh, ng-nggak kok aku cuma ..." Cup!! Zain mengecup pipi itu sekilas. Alisya terdiam sesaat lalu menatap ke arah suaminya. Memperhatikan wajah itu dan memang wajahnya mirip sekali deng

