Drrtt ... Handphone itu bergetar beberapa kali. Alisya lantas melihat siapa yang telah menghubunginya malam-malam. Yang ia takutkan ialah jika itu Brian, maka dari itu ia tidak menambah nada dering sebab itu akan membuatnya kesal. Namun, Alisya bisa bernapas lega sebab itu dari teman kantornya, Santi. "Assalamu'alaikum." "Wa'alaikumusalam, Sya. Alisya, kenapa kamu gak cerita semuanya dari awal sama aku sih? Hampir aja aku percaya sama omongan Yuni," suara Santi terdengar keras di sana, sampai-sampai Alisya menjauhkan ponsel itu dari telinganya. "Maafin aku San, tapi aku gak bermaksud untuk menutupi semuanya. Aku hanya ..." "Iya aku ngerti kok!! Oh iya, Bu Rita mau kamu kerja lagi besok. Beliau sudah tahu semuanya dari laki-laki yang gendong kamu waktu kamu pingsan." Alisya melo

