"Kamu itu ngapain sih ada di sana? Bukanya aku udah kasih kamu sarapan ya tadi?" Kinan merasa aneh aja waktu Brian di pinggir jalan seperti tadi. Brian menghembuskan napasnya panjang. "Memangnya kenapa kalo aku di sana? Lagipula aku tuh gak bisa sarapan pake nasi, bisa muntah nanti." "Oya? Kenapa gak bilang?" "Bukannya kamu udah tau dari dulu ya?" "Ah aku lupa. Kita juga udah lama berpisah, ya mana aku inget!!" cetus Kinan. Brian hanya mengangguk. Ia sudah tak ingin memperbesar masalah apalagi sama Kinan. Gadis itu dari tadi sibuk memegang ponsel di tangannya, dan lebih aneh lagi, kenapa Kinan bisa tahu Brian sedang ada di sana? Bukankah dia sudah pulang? "Kinan." "Ya." Kinan menjawab dan dia buru-buru menyimpan ponselnya. Ia tak mau melewatkan kesempatan ini. Jarang-jarang Br

