Kinan masih menunggu jawaban dari pria di depannya. Brian terlihat sangat dingin sekarang, bahkan tatapan itu menjadi sangat menakutkan bagi Kinan. 'Apa kamu masih jijik sama aku, Bri? Andai saja waktu itu kamu tidak melihatku sama dia, mungkin kita bakal ...' "Gak bisa! Kamu gak bisa kerja lagi di sini, Kinan." Kinan menatap Brian cepat. Ya, pasti inilah jawaban dari pria ini. "Tapi, Bri, aku ..." "Cukup, Kinan. Sebaiknya kamu kembali ke Paris, untuk apa ada di sini, hmm?" "Aku ke sini ... jujur, Bri, aku gak bermaksud buat deket lagi sama kamu, cuma, aku hanya ingin jauh sama ayah, itu saja. Apa yang aku lakukan di sana cuma buat ayah. Aku capek terus-terusan dimanfaatkan ayah yang selalu ingin uang buat hutang-hutangnya yang terus bertambah banyak." "Aku mohon, Bri, kasih

