Hari ini Jedidah memang memiliki pekerjaan mendadak yang mengharuskannya berada di luar rumah lebih lama dari yang direncanakan. Seharusnya dia pulang siang untuk memberikan camilan pesanan Noah, namun sayangnya, baru saat matahari tenggelam ia bisa kembali ke mansion. Ketika melewati ruang makan, ia melihat Willem dan Johannes masih duduk di sana, asyik mengobrol, seolah tidak ada yang penting terjadi. Mata Jedidah langsung menyipit. “Mana Dara?” tanyanya dengan nada serius, meski tak bisa menutupi rasa lelah di wajahnya. “Di dalam kamar,” jawab Willem santai, tidak mengalihkan pandangannya dari piringnya. Jedidah merasa sedikit kesal, dan bibirnya melengkung ke arah cemberut. “Apa yang terjadi, Pa?” Willem hanya mengangkat bahu. “Kamu lihat sendiri lah, mungkin kesal padamu,” jawabn

