Tangan Tuhan

1419 Kata

Dara tengah berbaring di atas ranjang, memandangi langit-langit dengan tatapan kosong. Di luar, angin musim dingin mulai berembus pelan, menandakan bahwa dinginnya Valencia akan segera menyelimuti kota. Selimut tipis yang menutupi tubuhnya tidak cukup untuk menghalau hawa sepi yang semakin merasuk ke dalam dadanya. Ponsel di genggamannya masih terhubung dengan panggilan dari Kelly. Suara sahabatnya terdengar lebih lembut malam ini, seolah menimbang-nimbang kata-kata yang harus ia sampaikan. “Gue lihat Ainne hari ini, Ra.” Dara sontak mempererat genggaman pada ponselnya, menahan napas. “Di mana?” “Di mal. Dia sama Ibu Rahayu, ada dua pengasuh juga. Bayinya sehat, Ra... dia ketawa-tawa, keliatan bahagia banget. Lu nggak usah khawatir, mereka nggak nyakitin dia. Beneran, Ra, Ainne baik-ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN