Extra Part 5

1700 Kata

Malam itu begitu hening, hanya ditemani suara serangga dan desiran lembut angin pantai yang menyusup lewat jendela dapur. Villa mereka yang sepi terasa seperti dunia yang terputus dari waktu. Di dapur yang hanya diterangi lampu gantung temaram, Dara berdiri menyandarkan punggung pada meja kayu, matanya bertaut pada sosok suaminya yang berdiri di hadapannya, memandangi dirinya seakan tak akan pernah cukup waktu untuk mengagumi. Jedidah mendekat, kedua tangannya melingkari pinggang sang istri, menyentuhnya bukan karena keinginan, tapi karena kerinduan yang tak pernah habis. "Tahu tidak," bisiknya lembut di telinga Dara, "kadang aku merasa, kamu ini bukan manusia biasa. Kamu wanita yang dikirim Tuhan untuk menyelamatkanku dari diriku sendiri." Ia mengecup pelipis Dara, lama, seolah ingin men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN