22. Ulah Gendis

315 Kata

"Papi!" "Papi!" Kinan membuka matanya, merasa aneh karena mendengar suara anak kecil di rumahnya, sementara suaminya masih terlelap sambil memeluknya. "PAPI!" terdengar lagi teriakan disusul suara tangis kencang. Pio membuka mata lalu tersenyum saat melihat Kinan nya yang masih dalam pelukan. "PAPI...." "loh? Noval?" Gumam Pio yang membuat Kinan semakin menutup mulutnya. Kinan melemaskan badannya, mencoba untuk melepaskan diri dari pelukan suaminya, Pio yang menyadari kekesalan Kinan menarik Kinan kembali ke pelukannya beserta ciuman dikenangnya. "Siang sayang, masih pusing?" Kinan menggeleng dalam pelukan, "mau ke dokter?" Lagi Kinan hanya menggeleng, "kayaknya pak Darman deh yang bawa mereka kesini, aku gak tau mereka mau kesini, ganggu aja ya? Tapi kenalan yu sama Noval, dia l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN