Darel mengerjabkan mata. Cahaya menusuk kesadarannya yang baru membuka pandangan sedikit. Ia agak silau dengan percikan sinar matahari dari ventilasi jendela. Gorden ruangan belum dibiak. Lampu masih menyala terang. Selimut tebal membungkus tubuh. Ia direbahkan di ruang pribadinya—dahulu di atas kasur spring bed lembut, berseprai motif salur menambah keeleganan ruangan. Kursi, meja, sepaket dengan rak-rak buku menghadap taman almarhum Mama jika gorden tersibak. Kamar Darel berdinding kaca menghadap ke Timur, suasana alam akan terpancar indah saat penutup pandangan diringkas. "Darel, bangun! Mama sudah siapkan sarapan di meja makan. Sop kaki ayam kesukaanmu." Suara Mama terngiang dari balik pintu. Darel bangkit, ia menarik tali gorden, sekilas ruang menjadi terang benderang. Matahari be

