Pekerjaan yang masih menumpuk menahan Mario untuk tidak beranjak dari meja kerja. Tugasnya semakin menumpuk dan bertambah seiring dengan permasalahan yang berada di kantor cabang yang semakin melebar. Ditambah rasa khawatirnya pada Nadia. Sekalipun James mengatakan ia ditugaskan bukan karena alasan balas dendam, tapi tetap saja ia takut Nadia diperlakukan tidak adil lagi oleh James. Ia takut James yang memang berwatak keras lebih jahat pada Nadia. Tepat saat ia hendak membuka dokumen baru panggilan dari Nadia mengintrupsi. “Mario... tolong. Mario bagaimana ini?” Mario terkesiap. Rasa takut dalam dirinya meningkat saat mendengar Nadia begitu panik. “Ada apa Nadia? Hei... tenang.” “Mr. James, Mario. Mr. James tiba-tiba pingsan. Badannya juga sangat dingin. Mr. James—.” “Apa yang terjadi

