Part 21: “Saya, calon suami Nadia.”

1655 Kata

“Sebaiknya kau juga istirahat Nadia, kau pasti jetlag.” James menatap Nadia yang bersikeras menyelesaikan pekerjaannya di sudut kamar, di meja kerjanya. Padahal sejak sampai di apartemen perempuan itu belum beristirahat sama sekali. “Tidak masalah. Saya baik-baik saja.” “Pekerjaan bisa diselesaikan besok. Tidak akan ada yang memarahimu.” “Saya tidak mau Pak Jatmiko curiga. Apalagi seharusnya hari ini kita berdua sudah masuk kantor. Setidaknya harus ada satu pekerjaan yang selesai sehingga jika Pak Jatmiko memantau tidak ada celah yang akan dicurigai.” James menghembuskan napas, kemudian bangkit dari tempat tidur. Duduk menghadap Nadia yang masih berkutat dengan sebuah laptop. “Berikan padaku, setidaknya kau harus makan. Aku belum melihatmu makan.” Nadia terkekeh kecil. “Kenapa anda ja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN