Sekarang ini Dea, Sabrina dan Dava ada di ruang tengah. Menonton siaran kartun yang Dava sukai, Sabrina sudah asik dengan mainannya berupa bayi mungil yang sebenarnya adalah cucu pertamanya. Dea dan Dava duduk sejajar, Dava selalu memonopoli Dea saat kesempatan bagus yang datang padanya dengan hadirnya Sabrina ke Berlin. "Mama punya tujuan apa datang ke Berlin?" Tanya Dava to the point, Sabrina menatap Dava dengan wajah kesal yang kentara. "Maksud Kamu apa, Dav? Mama punya tujuan apa memang?" Dava menatap Mama nya dengan kedikan bahu. "Mana Dava tahu?" Dava tidak akan mau repot-repot menebak pertanyaan Mama nya, Sabrina tersenyum pada cucunya mengabaikan Dava. "Yang." Dea menoleh menatap suaminya setelah Ia fokus pada film kartun kesukaan Dava. "Ya?". "Besok Kamu temani Aku ya?" Tany

