Tiga hari kemudian asisten pribadi Dita menghubungi Andra untuk menyampaikan jadwal pertemuan dengan Dita. Silvia melarang Andra untuk bertemu dengan Dita. Namun Andra ingin masalah ini cepat selesai. Dia meyakinkan Silvia kalau dirinya akan baik-baik saja. Andra mendatangi restoran yang ditentukan oleh Dita. Saat ia sampai ternyata Dita telah menunggunya di restoran itu. Dita tersenyum simpul melihat kehadiran Andra. Dia merasa senang karena Andra masih mau menurutinya setelah kejadian yang menimpa Silvia beberapa hari lalu. “Mau pesan apa, Andra?” tanya Dita, saat seorang pramusaji perempuan menghampiri meja mereka. “Saya nggak mau pesan apa-apa. Kalau kamu mau pesan silakan.” “Minuman mungkin?” “Tidak, terima kasih,” jawab Andra tegas. Dita tersenyum lalu menyerahkan buku men

