17. Ingatan Kacau Balau (2)

1219 Kata

Keesokan paginya, Silvia tidak menghampiri pantry seperti pagi-pagi biasanya. Hardi menghampiri Silvia yang hanya duduk diam di bilik kerjanya tanpa melakukan apa pun. “Woi, udah sehat lo? Kelihatannya, sih, baek-baek aja, nggak ada tampang-tampang orang abis sakit?” Hardi memeriksa tubuh Silvia dari ujung kaki hingga rambut. “Sialan lo!” maki Silvia disertai gelak tawanya. “Kemarin ada yang nyariin lo. Penyiar radio. Namanya Jagapati. Kayaknya gue nggak asing sama dia.” “Nggak kenal,” jawab Silvia tak acuh sambil menyalakan komputernya. “Kayaknya lo pernah akrab gitu kan sama dia.” Hardi mencoba mengingat sesuatu. “Ah iya, gue ingat ketemu dia di mana. Waktu acara baksos korban banjir tahun 2017 yang lalu,” ujar Hardi dengan nada bahagia seperti memenangkan sebuah lotre j

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN