Hari masih menunjukkan pukul setengah enam pagi. Andra mondar mandir di depan pintu kamar mandi, menunggu Silvia sedang menggunakan alat tes kehamilan. Tak sabar menunggu Andra mengetuk pintu kamar mandi untuk memastikan apakah Silvia sudah selesai atau belum. Tidak lama setelah Andra mengetuk pintu kamar mandi, Silvia membuka pintu tersebut dan keluar dengan raut wajah tidak terbaca. Andra mengikuti langkah Silvia menuju ruang makan dan mereka mengambil posisi duduk saling berhadapan. “Gimana hasilnya?” tanya Andra menunjukkan rasa penasarannya. Biasanya dia terlihat santai tetapi kai ini ini dia menunjukkan sebuah antusiasme yang cukup tinggi. Silvia mendesah lesu. “Negatif. Tapi dua hari lagi aku belum datang bulan juga, nanti periksa lagi,” jawabnya. “Udah berapa hari telatnya?

