CHRYSTAL “Chris.” Aku berteriak memanggilnya begitu dia memasuki kamarku. Dengan penuh semangat aku menarik tangan Chris dengan kasar. Membuat tubuhnya limbung dan jatuh ke atas tempat tidurku. “Kak, bisa lembut sedikit nggak?” gerutunya sembari membaringkan badanya. Tubuh besar Chris berkat latihan fitness-nya itu sama sekali tidak cocok dengan tempat tidurku yang bertemakan pink pastel ini. Tapi aku tidak peduli, lagi pula yang penting sekarang adalah info dari Chris yang kutunggu seharian ini. “Aku benar-benar penasaran, Chris.” “Penasaran untuk?” “Kamu sudah memberikan suratnya kan Chris mengangguk pelan sembari memejamkan matanya. Sudah pukul sebelas malam waktu singapura dan Chis baru saja mendarat sejam yang lalu. Dia mengatakan terlalu banyak masalah yang harus dia selesaika

