CHRYSTAL “Astaga, apa yang kamu lakukan di sini?” Sen menggerutu saat menemukanku tengah duduk sambil meminum kopiku di sudut restaurant milik Chris. Refleks aku beranjak. Aku segera menarik tangannya agar dia mendekati. Ekspresi wajahnya terlihat menahan kesal dan itu sangat menyebalkan. “Sen, jangan berteriak seperti itu.” Aku mendekatkan jari telunjukku ke bibirnya. “Dan jangan menatapku seperti itu.” Sen menghela napas berulang kali, sedangkan aku sudah menggenggam tangannya sembari mengelusnya pelan. Itu adalah caraku untuk menenangkannya selain memberikan sebuah ciuman singkat. Hal-hal seperti ini baru kuketahui setelah kami memasuki umur seminggu pernikahan. “Sayang, aku kan sudah mengatakan kepadamu sejak Papa memberikanmu kuasa di salah satu departemen store miliknya, kau b
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


