Bereskan Dia!

1154 Kata

Orang itu sudah sangat siap dengan motornya. Matanya tak lepas sedetik pun dari sosok Megan yang berada tepat di depannya. Sementara itu Megan masih berdiri di sana. Di depan gedung kantor tempatnya bekerja dan ia berdiri di atas trotoar tempat para pejalan kaki bisa menggunakan jalanan. Sesekali ia membuka ponselnya untuk mengecek sampai di mana taksi pesanannya. Orang yang tadi pun menaikkan motornya ke atas trotoar dan mulai melaju kencang. Tampak di depan sana Megan mulai menelepon taksi pesanannya yang tak kunjung tiba. Suara motor yang berisik membuatnya menoleh ke arah sumber suara. Matanya terbelalak ketika melihat sebuah motor yang jaraknya kini hanya tinggal beberapa jengkal saja. Ia tak sempat melarikan diri karena pikirannya yang semula disibukkan oleh taksi yang tak kunjun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN