Nichole memainkan jari dan telapak kakinya mengetuk-ngetuk lantai. Sesekali ia menggigit jadi dan matanya bergerak ke sana dan ke mari. Tampak gugup dan takut. Sementara Rustam menunggu bibirnya mengucapkan sesuatu. Tetapi, bukannya mengatakan sesuatu, Nichole malah terlihat seperti meracau tidak jelas sehingga membuat Rustam jadi bingung. Pria itu pun bertanya, “apa yang ingin kau katakan?” “Em, Rustam, sebenarnya, aku...” Nichole mengibas-ngibaskan jarinya alih-alih mengusir rasa gugupnya, “em, sebenarnya...aku...sudah... .” Rustam yang melihat tingkah Nichole jadi kesal karena Nichole yang terus bertele-tele, “kau mau bilang apa, katakan saja.” “Aku mencintaimu, Rustam!” seru Nichole secara refleks karena Rustam yang sudah kesal menunggunya. Rustam terkejut mendengar hal itu, “apa

