Lubang Semerbak

1066 Kata

“Lepaskan aku, Leon!” teriak Camila dengan sudut matanya yang mulai berair. Leon semakin di atas awan mendengar rintihan Camila. Ia pun membuka atasannya yang masih berupa seragam dari perusahaan listrik. “Kau mungkin saja sedang lupa bagaimana manisnya cinta kita, Camila, maka dari itu aku akan mengingatkanmu bagaimana rasanya,” kata Leon seraya tangannya bergelirya berusaha melepas pakaian Camila. Camila menangis tersedu-sedu dengan tenaga yang semakin habis karena sejak tadi ia selalu meronta. Pakaiannya robek akibat ulah Leon dan perutnya juga kini terasa sakit. Semakin ia bergerak perutnya semakin menjadi-jadi. “Aku mohon, Leon, lepaskan aku,” rintihnya hampir putus asa. Hingga tiba-tiba terdengar suara seperti benda jatuh sampai Leon pun menoleh. Tetapi, ia tak ingin peduli apa p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN