4.3

1525 Kata

Sekarang Hilara mengerti, kenapa Juna mengandalkan Bahar mengurus segalanya. Kinerja cepat Bahar terbukti benar. Beberapa jam setelah obrolan mereka, Hilara mendapat kiriman pesan dari Bahar. Manajernya Juna itu berhasil mendapatkan informasi mengenai gadis yang berada dalam satu frame dengan dua korban Gedung D dan Lucas. Hilara menyalakan ponsel dalam keadaan kamar temaram. Juna baru saja datang ke kamarnya untuk memberi kecupan singkat di pucuk kepala Hilara. Belakangan ini Hilara tahu, diam-diam Juna sering datang ke kamarnya. Juna membisikan ucapan selamat malam dan mimpi indah. Kemudian pergi sambil mematikan lampu. Meski Hilara belum sepenuhnya tertidur, Hilara enggan membuka mata. Takut menjadikan detik itu paling canggung. Sebuah file kiriman Bahar dibukanya. Teliti, Hilara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN