Hilara mematung, apa yang dilihatnya ini sungguhan. Tidak satu pun kelompok belajar di papan tulis terdapat namanya. Bolak-balik dia memindai kolom kelompok, hasilnya tetap sama. Mereka sengaja menghilangkan namanya. "Ada yang belum dapat kelompok?" Sebagai ketua kelas, Gibran mengedarkan pandangan. Hilara hanya diam. Bicara pun suaranya tak akan didengar. Rautnya sendu melirik kursi di samping kosong. Belum lama Lucas dipanggil seorang guru untuk mengurus olimpiade. Lalu pada siapa Hilara meminta tolong jika bukan pada Lucas? Tanpa Lucas ia tidak bisa memperjuangkan haknya. "Udah Gib, siapa lagi?" Barisan anak paling depan cekikikan. Mereka yang sengaja meniadakan Hilara dari kelompok belajar. Sekian kali ini terjadi dan Hilara hanya mampu diam. Keberadaannya tidak lebih dari a

