Si Ana bodoh itu telah membuat sahabatnya ini merasa khawatir yang begitu dalam, pasalnya sejak kejadian dimana ia menerima panggilan telepon hingga hari telah berganti, Ana belum juga memunculkan batang hidungnya. Tapi Cathy tidak mau berfikiran negatif mengenai sahabatnya itu. “Kemana Ana.” Gerutu Cathy, sembari terus menghubungi ponsel Ana. Namun Ana sama sekali tidak mengangkat sambungan telepon dari Cathy. Cathy memutuskan untuk menghentikan sambungan telfon yang sedari tadi ia lakukan, ia tidak mau terlambat datang ke kantor dan tidak mau mendengar ocehan pedas dari Bossnya itu. Cathy segera membersihkan tubuhnya.. ----------- Sebuah ruangan yang hanya dilengkapi dengan lampu remang-remang, menjadi tempat penyekapan Ana selama semalam. Yang jelas ruangan ini sangatlah menakutka

