Sudah tahu nantinya kita akan terpisah. Terpisah karena masanya sudah habis. Namun, justru itu yang membuat kita tetap bertahan untuk menyambut datangnya perpisahan. • Seberapa kuat kita melawan sebuah perpisahan, itu tidak akan bisa. • Daripada terus-terusan melawan perpisahan, lebih baik kamu menyambut kedatangannya. •••••••••• Rahma menunjukkan perubahannya. Mulai ngidam. Pukul dua dini hari, perempuan itu membuat gerakan yang membuat Ribut membuka matanya, menyalakan lampu duduk yang ada di atas nakas. "Belum tidur?" tanya Ribut melihat Rahma mengerjap-ngerjap sambil memeluknya. "Kebangun," jawab Rahma dengan nada lesu. "Takut?" Ribut membawa Rahma ke dalam pelukannya. Menenangkan perempuan itu sambil bersenandung agar terlelap lagi. "But..." "Apa, sih?" Ribut bertanya be

