•Percakapan Pukul Dua Pagi•

4534 Kata

There goes my mind racing... And you are the reason... That I'm still breathing... I'm hopeless now... •••••••••• Pembohong ulung jika Ribut mengatakan tidak sakit hati, sekian kali patah hati yang ia rasakan tetap saja sakit, nyeri. Jika bisa dilihat dengan mata telanjang mungkin di hatinya terdapat banyak luka lebamnya. Belum sembuh luka satunya, tumbuh lagi luka lainnya. Ribut tidak menyesal sudah mengungkapkan perasaannya dengan sungguh pada Rahma, meskipun penolakanlah yang ia dapatkan. Prediksi terburuknya terjadi, tapi mengapa ia berharap Rahma mau membuka hatinya? Duh, urusan hati selalu tidak bisa hanya mengandalkan logika, perasaan dan nurani terlalu ikut campur. Mahendra dan Alina sudah tiba dan Ribut dipanggil untuk menghadap kedua orang tuanya itu. Ribut terkejut saat t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN