"Jangan lah. Ingat, kamu bawa nama baik kampus dan perusahaan. Anak labil kayak gitu jangan diladenin oke?" Cakra mengingatkannya dikala ia curhat. Ia baru saja meninggalkan kampusnya. Ya tentu saja dalam perjalanan menuju kantor. Ia bekerja bagai kuda. Hahahaa. Tapi ya namanya juga tuntutan hidup. "Iya sih. Cuma nyebelin aja. Dia gak tahu apa-apa tapi ngomongnya kasar begitu. Kalau aku ungkit semuanya, yang ada dia juga bakal malu. Bisa di-bully se-Indonesia. Kasihan juga karena masih kecil begitu. Nanti masa depannya hancur lagi." Cakra terkekeh. Ia bisa merasakan suara yang begitu menggebu-gebu itu. Ya paham sih dengan perasaan Serena. Ia terus ditempa berbagai kesusahan sejak kecil. Berjuang berdua dengan ibunya. Itu jelas tak mudah sih. Kini ia berjuang sendirian untuk membersihka

