Akhir Rencana

2040 Kata

"Pak! Pak Juna!" Ia sudah berteriak memanggilnya. Tapi tentu tak terdengar karena Juna sibuk dengan telepon. Cowok itu terus menyimak perkembangan kasus Serena. Kini ya ia hendak menyusul karena khawatir terjadi sesuatu dengan Serena. Ia baik sekali ya? Walau mungkin perasaannya akan tetap bertepuk sebelah tangan. Juna masuk ke dalam mobil. Bianca berdesis karena ia bahkan tak bisa menyusul lift-nya. Alhasil ya ketika pintu lift terbuka, Juna sudah tak ada di sana. Ia mencoba berlari ke pintu depan. Berharap mobil Juna belum lewat tapi malah menubruk beberapa orang karena suasana lobi memang sedang ramai. Orang-orang berebut ingin segera pulang. Ya ketika tiba di teras gedung, ia melihat mobil Juna sudah melewati gerbang. Cowok itu tentu punya jalur tersendiri sehingga bisa keluar lebih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN