Sidang Terakhir

1603 Kata

"Dia membuatku marah, Pa." Ia benar-benar emosi. Persidangan kacau. Apalagi ternyata ada Zara yang juga menyusup di sana. Wah gadis itu tentu tak terima anaknya dituduh. Suasana jadi kacau, sidabg pertama akhirnya ditunda. Serena juga mengamuk. "Aku gak akan maafin, Pa." Ia bahkan berkata begitu. Serena bukan orang sejahat itu. Papanya tahu. Ini mungkin hanya terbawa emosi? "Coba pikirkan lagi, Nak. Jangan begitu. Ada dua anak yang harus ia tanggung." Serena menarik nafas dalam. Tentu saja masih dongkol. "Aku gak bisa lupain gitu aja saat tahu dia adalah dalangnya. Dari awal, dia memang mau merebut Papa dari Mama. Lalu mencoba membunuhku dan Mama?" Ia benar-benar tampak emosi saking kesalnya. "Pa, Papa gak pernah tahu kan bagaimana kehidupan Mama dan Serena begitu berhasil kabur dari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN