Bab 29 Pras lebih dulu mampir ke warung cepat saji. Niatnya dia akan menahan lapar sampai di tempat tujuan, akan tetapi perutnya tidak bisa diajak kompromi. Berhubungan dia menepi di tempat yang aman, lebih baik menikmati sarapannya dulu. Ketika ia terus mengunyah, pikirannya masih melayang ke mana-mana. Tentang Megan yang selama ini sudah menyembunyikan sesuatu. Lalu tentang perasaan cinta terhadap Rose. Pras benar-benar dilanda kebingungan. “Jika apa yang aku baca dalam pesan itu benar, aku harus apa?” Pras kembali menggigit sandwichnya dengan perlahan. Dia terus saja berpikir sampai pada akhirnya kesal sendiri. Apa pun hasilnya nanti, yang jelas saat ini Pras harus memastikan lebih dulu. Sebelum semuanya terlanjur, Pras ingin sebuah kebenaran. Untuk menuju rumah Megan sebenarnya t

