23. Alex with His Pain

1677 Kata

Bersama yang tersayang akan membuat semua hal kecil menjadi kebahagiaan yang besar dan obat untuk sebagian orang. *** Sejak bel istirahat berbunyi, Ara dan Alex memutuskan untuk pergi ke kantin. Dan sejak saat itulah Ara terlihat banyak terdiam. Ia hanya sibuk memainkan kuku dan memandang sekitar dengan tidak fokus. Kejadian kemarin masih belum dapat dipercaya, Ara terus berpikir, apakah pria yang dilihatnya benar-benar pria yang ia sangat cintai dulu, yang hilang bahkan tanpa meninggalkan sebuah kabar ataupun harapan. "Ra?" Ara hanya diam dengan kening yang berkerut. "Ara?" "Ara!" Panggil Alex untuk ketiga kalinya. Ara langsung saja tersadar dari lamunannya. "Ken--kenapa Lex?" "Dipanggil dari tadi, baru nyaut. Kamu makan apa?" "Aku gak pesen deh, kamu aja yang makan yah... Aku ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN