Cla menurut saja saat Stev membawanya ke sebuah butik termewah langganan keluarga Stev. Hal ini menjadi tanda tanya besar bagi Cla, pasalnya Stev memutuskan jika hari ini tidak masuk kerja alias cuti. Ya wajar saja sih, sebab Stev lah pemilik sekaligus pemegang kendali perusahaan. Jadi, toh wajar bila Stev ingin bekerja ataupun tidak. "Kita mau ngapain kesini Stev?" bisik Cla di samping Stev yang sedang mengobrol dengan seorang wanita paruh baya, namun terlihat awet muda dan cantik. Wanita itu tersenyum. "Jadi ini gadisnya, Stev?" Stev mengangguk sembari membalas senyumannya. "Iya aunty." "Aunty? jadi wanita ini tantenya Stev?" ucap batin Cla bertanya-tanya. "Cantik." puji wanita itu pada Cla. "Tentu saja, plus seksi." goda Stev mengedipkan sebelah matanya. "Oo oooo, kau mulai naka

