Selamat membaca ----------- Cla menggeret kopernya susah payah, karena isi yang ia bawa lumayan banyak. hari ini ia sudah memutuskan dengan matang, bahwa ia akan pergi dari rumah Stev. Stev hanya menatap datar dan terkesan dingin padanya, sama sekali tak ada niatan untuk membantu Cla sedikit pun. "Ray, antarkan dia dengan selamat sampai ke tempat tujuannya." perintahnya pada Ray sang supir. "Baik tuan," jawab Ray mengangguk patuh. Setelah mengatakan itu Stev berbalik badan, melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamarnya yang berada di lantai atas. Cla menatap nanar punggung kokoh pria yang di cintainya, yang kini telah berubah menjadi sangat dingin. bahkan Stev enggan untuk melihat dirinya yang terakhir kali di rumah ini, setidaknya salam perpisahan tidak dia ucapkan untuk Cla.

