Pukul: 08. 30 "Kak Edgar, wajahmu terlihat pucat." ucap Dirga saat melihat wajah Kakak Ipar sekaligus Bosnya. Edgar hanya diam sambil memejamkan matanya, ia menyandarkan kepalanya di sandaran kursi kerjanya. "Seharusnya kau tidak masuk." ucap Dirga sekali lagi sambil duduk di sofa. "Aku sudah sering libur dan itu tidak akan baik bagi perusahaan." balas Edgar. "Tapi kau sedang sakit, seharus-" "Diam Dirga!" potong Edgar . Dirga langsung diam mendengarnya, ia tidak akan membantah Edgar. Edgar membuka matanya dan menegakkan tubuhnya, ia merasa sangat pusing. "Kakak mau ke mana?" tanya Dirga saat melihat Edgar berdiri dengan sempoyongan. "Kamar mandi." balasnya. Edgar berjalan perlahan menuju kamar mandi di ruangan itu, ia merasa penglihatannya mulai mengabur dan tanpa sadar terj

