Ambisi Nadya.

1094 Kata

Keenan menatap tak percaya ke arah si penculik dirinya dan sekaligus pelaku teror yang melemparkan bangkai ayam ke rumah Nadira dan apartemen miliknya. Dia kenal dengan orang tersebut, sangat mengenalnya dengan sangat baik dan tidak mengira dia akan mampu berbuat demikian kejamnya. Tapi Keenan pun menyadari kalau orang yang sangat ia kenal itu tampak agak berbeda, rambutnya yang biasanya panjang tergerai indah atau pun diikat kini telah menjadi pendek dan seperti dipotong tanpa aturan. Lalu melihatnya menyeringai dengan dingin dan senyum serta tawanya terdengar seperti bukan dirinya yang biasanya. “Hihihi, Mas Keenan… kita kembali bersama Mas. Kali ini aku akan memastikan kalau Mas Keenan tidak akan pernah pergi lagi dari sisi aku …,” desis sang penculik dan pelaku teror yang ternyata me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN