CINTA DI ANTARA YANG TAK MUNGKIN
Bab 2: PERTEMUAN YANG TAK DIRENCANAKAN
Malam di Cibinong turun perlahan, membawa angin dingin yang menusuk ke sela-sela pakaian. Ari kembali ke kafe yang sama, tempat di mana ia bertemu Lia untuk pertama kalinya. Ia tidak tahu mengapa kakinya melangkah ke sini lagi. Mungkin karena suasananya yang menenangkan, atau mungkin karena bayangan Lia masih melekat di benaknya.
Saat ia duduk dan memesan kopi hitam, suara lonceng kecil di pintu kafe kembali berdenting. Ari mengangkat wajahnya, dan dadanya seketika terasa sesak—Lia kembali datang, kali ini dengan seorang bocah laki-laki yang menggenggam tangannya erat.
“Ari?” Lia tampak terkejut melihatnya.
Ari hanya tersenyum tipis. “Lia. Tidak menyangka bertemu lagi di sini.”
Lia mengangguk canggung, lalu menarik kursi untuk duduk. Anak laki-lakinya tampak penasaran dengan pria asing yang duduk di depan ibunya. Matanya bulat penuh rasa ingin tahu.
“Namanya Rafa,” kata Lia memperkenalkan. “Dia anak bungsuku.”
Ari menatap bocah itu dan tersenyum ramah. “Halo, Rafa.”
Rafa hanya menunduk malu-malu, tetapi tangannya tetap erat menggenggam jari ibunya. Lia menatap anaknya dengan lembut, lalu kembali menoleh ke Ari.
“Aku sering ke sini belakangan ini,” Lia mengakui. “Entah kenapa, tempat ini terasa nyaman.”
Ari mengerti perasaan itu. Mereka berbincang lagi, kali ini dengan Rafa yang sesekali menyela, membuat percakapan terasa lebih ringan. Namun, di balik setiap senyum dan tatapan yang mereka bagi, ada sesuatu yang mengganjal—perasaan yang tidak seharusnya tumbuh.
Di luar kafe, hujan mulai turun rintik-rintik, seakan menambah suasana hati yang tak menentu.
(Bersambung ke bab 3)
#CintaTerlarang #DilemaHati #AriDanLia #CintaDalamDiam #LukaDanRindu #TakdirAtauKesalahan #HujanDanKenangan