Chap. 32

2270 Kata

“Nggak ada lagi barang yang ketinggalan, kan?” Gadis dengan kemeja berwarna maroon dan juga celana jeansnya itu menggeleng dan memperlihatkan kopernya yang sudah siap dengan tas besarnya yang tersusun rapi di samping ranjang. Mengecek jam, gadis itu lalu tersenyum dan bangkit. “Kita pulang!” Pekiknya semangat. Membuat lelaki di sampingnya terkekeh pelan namun tak urung mengangguk. Menarik koper merah milik kekasihnya, Rifky melihat dengan jelas wajah bahagia Ciama. Raut wajah yang 4 bulan ini tampak menghiasi wajahnya lebih banyak daripada kemurungan seperti yang gadis itu bawa pada awal-awal ke Arab. Wajah yang akhir-akhir ini selalu bisa membuat Rifky tersenyum itu menatapnya dengan tatapan bingung. “Aku salah kostum, ya?” Rifky tertawa kecil. Tangannya terangkat dan mengusap kepala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN